Pengamat LIPI: Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik

Pengamat LIPI: Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik

Pengamat LIPI: Fenomena Ahok Bikin Parpol Panik

 detikNews
Jakarta - Persaingan menuju kursi DKI 1 dipanaskan dengan banyaknya figur dari berbagai latar belakang yang mencalonkan diri sebagai calon gubenur. Ada pengusaha seperti Sandiaga Uno sampai mantan menteri sekelas Yusril Izha Mahendra. Namun perhatian tetap tertuju pada calon pertahana Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang berani maju lewat jalur non partai politik atau jalur independen.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI, Syamsuddin Harris, hal tersebut adalah sebuah fenomena unik karena Ahok berani maju lewat jalur independen di waktu yang terbilang sangat singkat menjelang Pilkada. Bahkan menurutnya, pembukaan pendaftaran calon gubernur yang dilakukan partai politik sebagai sebuah kebingungan dan kepanikan untuk melawan Ahok.

"Saya pikir fenomena Ahok itu unik. Beliau meninggalkan parpol menjelang pilkada dan menyatakan maju secara independen. Saya pikir parpol bukan semata-mata bingung tapi juga panik, sebab parpol tidak memiliki kader yg dianggap layak. Maka yang dilakukan PDIP, itu fenomena yang unik juga dengan membuka pendaftaran calon," katanya dalam acara 'Perlukah Mencari Lawan Ahok?' di Es Teller 77, Jalan Adityawarman No 61, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/2016).

Para calon yang ada  dalam pandangan Syamsuddin tidak ada yang layak bahkan tidak memiliki nilai jual untuk melawan Ahok. Oleh karena itu, langkah partai politik membuka pendaftaran calon gubernur hanya upaya balas dendam kepada Ahok. 

"Pembukaan calon sebenarnya kepanikan dari parpol karena tidak ada imajinasi melahirkan pemimpin dari kader internal. Momentum Pilkada bukan cuma pengadilan bagi parpol tapi juga ke politik itu sendiri. Saat ini Ahok sedang melawan politik topeng yang sedang dimainkan oleh parpol. Di depan bilang mau berbakti untuk rakyat, padahal di belakangnya ingin mencuri uang rakyat," ujarnya.

Apabila nantinya Ahok gagal saat tahap verifikasi oleh KPU, menurut Syamsuddin, sangat mungkin ada konspirasi dari partai politik, apalagi Ahok sudah dianggap musuh bersama. Karenanya, penting adanya pengawasan publik untuk mengantisipasi konspirasi tersebut.

Kasus RS Sumber Waras yang saat ini mengganggu Ahok diyakini Syamsuddin tidak akan banyak berpengaruh. Elektabilitas Ahok diyakini tetap tinggi.

"Bagi saya, yang penting adalah mengawal rasionalitas pilkada. Bila dalam 10 bulan ke depan tidak ada calon yang menonjol, belum ada pesaing untuk ahok. Oleh sebab itu, parpol jangan maksa mencari lawan Ahok," tutupnya. 
(hri/hri)

Komentar

Postingan Populer